Sistem Ekonomi Indonesia - Pendahuluan

Tuesday, September 12, 2006

Sistem Ekonomi Indonesia - Pendahuluan

PENDAHULUAN :
SISTEM EKONOMI


Begitu banyak pendapat yang memberikan pengertian sistem dan sistem ekonomi. Namun disini hanya akan disampaikan beberapa pengertian, seperti :

Winardi mengemukakan,
Sistem adalah kumpulan elemen-elemen antara mana terdapat hubungan-hubungan, elemen-elemen mana ditujukan kearah pencapaian sasaran-sasaran umum tertentu.

Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) memberikan definisi
Sistem diartikan sebagai suatu totalitas terpadu yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan, saling terkait, saling mempengaruhi dan saling tergantung menuju tujuan bersama tertentu.

Dari kedua pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah suatu kesatuan (totalitas terpadu) yang terdiri dari sub-sub bagian di mana sub-sub bagian tersebut saling berhubungan, terkait, mempengaruhi dan saling tergantung. Jika ada satu sub bagian yang rusak, atau cacat, atau hilang, maka akan mempengaruhi bagian secara keseluruhan.
Contoh : tubuh manusia, jika salah satu bagian katakan jempol kaki terantuk batu, maka yang sakit bukan hanya jempol kaki saja, tetapi seluruh tubuh akan merasakan sakit, meriang, bahkan mulutpun akan mengaduh kesakitan.

Sedangkan pengertian sistem ekonomi juga banyak disampaikan oleh para pakar, namun disini hanya disampaikan beberapa pengertian dari sistem ekonomi.

Winardi mengatakan bahwa, sistem ekonomi ….ialah suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi, sosial-politik, ide-ide) yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya yang ditujukan kearah pemecahan problem-problem atau masalah-masalah produksi, konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian.

Theodore Morgan juga mengungkapkan, sistem ekonomi adalah bagian dari suatu konstelasi (kumpulan) lembaga-lembaga ekonomi, sosial, politik dan ide-ide.

John F. Due berpendapat bahwa sebuah sistem ekonomi, …. is the group of economic institutions or, regarded as a unit, the economic system, the organization through the operation of which the various resources scarce, relative to the need for them are utilized satisfy the wants of man.


Setiap sistem ekonomi dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kekuatan-kekuatan seperti :
a. Sumber-sumber sejarah, budaya, cita-cita bangsa, keinginan-keinginan dan sikap dari
masyarakatnya
b. Sumber daya alam yang melingkupinya, termasuk posisi demografis
c. Filsafat yang dimiliki dan melekat pada kehidupan masyarakatnya
d. Teori-teori yang dilakukan oleh masyarakat pada jaman dahulu hingga sekarang, mengenai
cita-cita serta tujuan-tujuan atau sarasan-sasaran yang diinginkan
e. Sistem coba-coba (trial and error) yang dilakukan masyarakat atau penduduk pada jaman
itu dalam rangka mencari sumber-sumber produksi atau alat-alat ekonomi


Sistem Ekonomi terdiri elemen-elemen, seperti :
a. Lembaga-lembaga ekonomi
b. Sumber daya ekonomi
c. Faktor-faktor produksi
d. Iklim atau lingkungan ekonomi
e. Organisasi dan manajemen

Banyak faktor yang mempengaruhi sistem ekonomi suatu bangsa, diantaranya adalah :
a. Falsafah dan ideologi suatu masyarakat
b. Akumulasi ilmu pengetahuan yang dimiliki
c. Nilai-nilai moral dan adat kebiasaan
d. Karakteristik demografi
e. Nilai estetik, norma-norma serta kebudayaan
f. Sistem hukum nasional
g. Sistem politik
h. Sub-sub sistem sosial termasuk pengalaman sejarah masa lalu serta eksperimen dalam
mewujudkan tujuan ekonomi

Perbedaan antar sistem ekonomi satu dengan sistem ekonomi yang lain, dapat dilihat dari beberapa ciri berikut :
a. Kebebasan konsumen dalam memilih dan menentukan barang dan jasa yang dibutuhkan
b. Kebebasan masyarakat dalam menentukan lapangan pekerjaan
c. Pengaturan pemilihan alat-alat produksi
d. Pemilihan usaha
e. Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f. Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
g. Penentuan pertumbuhan ekonomi
h. Pengendalian stabilitas ekonomi
i. Pelaksanaan kesejahteraan warga masyarakatnya.

Secara umum dalam sistem ekonomi ditekankan pada berbagai macam sistem ekonomi yang ada, seperti :
a. Perekonomian yang 100% bebas
b. Perekonomian Terpimpin

Realitanya sistem ekonomi yang ada :
a. Perekonomian Bebas yang kurang dari 100%
b. Perekonomian Terpimpin yang juga kurang dari 100%
Atau dapat dikatakan bahwa sistem ekonomi berada pada garis kontinum antara perekonomian terpimpin sampai dengan perekonomian bebas.

Theodore Morgan yang mengungkapkan macam-macam isme (ism) untuk menunjukkan suatu system, membagi system ekonomi ke dalam :
a. Perekonomian campuran (Mixed Economy)
b. Fasisme (facism)
c. Komunisme (Communism), seperti Soviet Rusia
d. Sosialisme Inggris (British Socialism)
e. Negara-negara yang mengikuti jalan tengah (The Middle Way), misalnya Swedia
(cooperative societies)

J. Ulmer membagi system ekonomi ke dalam :
a. Capitalism
b. Socialism, dan
c. Comunism.

Namun pada akhirnya, teori-teori sistem ekonomi yang dikemukakan oleh para ahli, yang dapat dirangkum dan yang dikenal secara umum, yaitu :
a. Sistem Ekonomi Liberal / Kapitalis
b. Sistem Ekonomi Sosialis
c. Sistem Ekonomi Campuran

Setiap sistem ekonomi bentuk apa pun selalu mempunyai tugas pokok yang bertujuan untuk memecahkan berbagai macam permasalahan, misalnya :
a. Apa yang akan diproduksi, artinya barang-barang atau jasa apa saja yang akan dihasilkan.
Disini dihadapkan pada pilihan antara berbagai macam alternatif output atau penyaluran
sumber daya ekonomi (allocation of resources)
b. Bagaimana barang-barang dan jasa-jasa jika sudah diputuskan akan diproduksi. Disini
dihadapkan pada berbagai macam pilihan teknologi (choice between different kinds of
technology)
c. Siapa yang akan memperoleh barang-barang dan jasa tersebut bila sudah selesai dihasilkan
sebagai output. Dihadapkan pada masalah pembagian pendapatan (distribution of income)
d. Kapan sumber daya ekonomi akan disalurkan kearah konsumsi sekarang dan berapa
banyak akan disalurkan ke investasi. Disini dihadapkan pada pilihan masa kini atau masa
yang akan datang (choice between the present and the future).


Keterangan :

Fasisme (facism)
Secara historis ilmiah, istilah fasisme mengacu pada gerekan-gerakan fasis di Eropa yang muncul pada periode antara dua perang dunia :
Gerakan fasis Italia dan gerakan nasionalis-sosialis (Nazi) Jerman yang didirikan pada tahun 1919-1920 yang disusul oleh gerakan-gerakan sejenis di berbagai negara di Eropa.
Keunikan fasisme terletak pada pertentangannya terhadap hampir semua sektor kehidupan politik yang ada, baik itu yang berada di sayap kiri, kanan, maupun tengah,. sifatnya anti-liberal, anti-komunis, maupun anti-sosialis.
Ideologi dan tujuan politik dari gerakan fasis selalu diwarnai oleh nasionalisme radikal dan sangat kuat. Mereka membentuk negara otoriter nasionalis dengan segala kekuasaan dan wewenang berada di tangan negara, dan setiap warga negara harus tunduk sepenuhnya.
Keunikan fasisme juga dapat dilihat dari gaya operasi dan organisasinya. Mereka sangat mementingkan struktur estetis, simbol-simbol koreografi politik dan berbagai aspek romantik dan mistis lainnya. Gerakan fasis selalu berusaha untuk memanfaatkan mobilisasi masa, yang selanjutnya disokong oleh militerisasi. Kaum fasis memberi penilaian positif terhadap penggunaan kekerasan, dan mereka sangat mengagung-agungkan prinsip maskulinitas dan dominasi kaum pria.
Dalam hal kepemimpinan, fasisme condong pada gaya kepemimpinan otoriter, karismatik, dan bergaya personal.
Hanya ada dua gerakan fasis yang berhasil merebut kekuasaan dan membentuk pemerintahan fasis yakni Benito Mussolini (1922-1943) di Italia, dan gerakan Nazi oleh Adolf Hitler (1933-1945) di Jerman.

Di hampir semua negara, jumlah orang yang menentang fasisme, jauh lebih banyak ketimbang yang mendukung. Sikap radikal kaum fasis yang menghendaki perang dan kekerasan terasa tidak rasional bagi mereka yang tidak mendukungnya. Ekspansi besar-besaran kekuatan militer oleh Jerman dibawah Hitler merupakan bukti betapa agresifnya kaum fasis itu. Kekejaman kaum fasis yang kemudian kalah dalam Perang Dunia II, membangkitkan kebencian yang mendalam terhadap fasisme, sehingga semua upaya untuk membangkitkan kembali gerakan itu sejak tahun 1945, tidak memperoleh dukungan yang berarti.